Penyebaran COVID-19 serta Pembelajaran Matematika

Hingga hari ini Jumat (20/3/2019) pagi jumlah pasien virus corona yang meninggal ada 29 orang. Kematian pasien Corona di Indonesia dilihat dari presentase menjadi 9,39 persen. Jumlah total pasien virus corona sampai hari ini ada 309 Orang. Jakarta provinsi terparah, jumlah pasien 210 orang dan pasien meninggal 19 orang. Pasien virus corona meninggal dunia di Indonesia terus bertambah. Jika hari Kamis (19/3/2020) pasien virus corona meninggal dunia tercatat 25 orang, hari ini, Jumat (20/3/2020) pagi bertambah sedikitnya 4 orang, sehingga total pasien virus corona meninggal dunia menjadi 29 orang. Dengan demikian, dalam waktu sehari, persentase kematian pasien Corona naik 16 persen (dari 25 menjadi 29 orang).
Kenaikan jumlah pasien meninggal dunia itu diperoleh Wartakotalive.com dari data website resmi
penangan Virus Corona atau Covid-19 yang dimiliki pemerintah daerah, seperti
Pemprov DKI Jakarta, Pemprov Jateng, Pemprov Jabar, dan Pemprov DI Yogyakarta.
Dari empat pasien positif Virus Corona baru yang meninggal dunia itu berasal
dari 2 provinsi, yaitu Provinsi DKI Jakarta 2 orang pasien dan Provinsi Jawa
Barat 2 orang pasien. Dengan demikian, total pasien virus corona meninggal
dunia di Jakarta sampai Jumat sekitar pukul 07:00 WIB adalah 19 orang atau naik
2 orang dari hari Kamis (19/3). Total pasien virus corona meninggal dunia di
Jawa Barat sampai Jumat sekitar pukul 07:00 WIB adalah 3 orang atau naik 2
orang dari hari Kamis (19/3). Sementara itu, jumlah pasien Virus Corona hingga
hari ini adalah 309 orang atau masih seperti data hari Kamis kemarin. Itu
artinya, belum ada pasien baru yang dilaporkan tetapi ada kematian baru dari
mereka yang positif Covid-19. Berdasarkan data yang diperoleh Wartakotalive.com hingga pukul 07:00 WIB
pagi ini, ada 16 provinsi di Indonesia yang terpapar Virus Corona. Indonesia
memiliki 34 provinsi. Dengan demikian, 47 persen provinsi di Indonesia sudah
terpapar Virus Corona atau Covid-19.
Berikut adalah rangkuman dampak terbaru virus corona di beberapa negara:
1. Bank sentral AS pangkas suku bunga
Federal
Reserve Amerika Serikat (AS) dan bank sentral lainnya mengungkap langkah
darurat untuk menopang perekonomian global.
The
Fed memangkas suku buka utamanya menjadi nol, yang merupakan pemotongan darurat
kedua dalam waktu kurang dari dua minggu. Namun demikian, pasar saham
dan harga minyak pada Senin (16/3/2020) terjun bebas.
China
mengumumkan hasil industri untuk Januari dan Februari menyusut 13,5 persen,
kontraksi pertama dalam sekitar 30 tahun.
Kemudian
produsen mobil Fiat Chrysler menangguhkan produksi di sebagian besar pabriknya
di Eropa hingga 27 Maret.
2. Pemimpin dunia berkumpul bicarakan Corona
Para
pemimpin di kelompok negara G7 mengadakan pertemuan via conference call, dalam
upaya mengoordinasikan tindakan mereka dan penelitian untuk vaksin serta
perawatan. G7
adalah perkumpulan organisasi ekonomi antar-pemerintah internasional, yang
terdiri dari Kanada, Perancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris, dan AS.
3. Matinya jantung kota
Setelah New York, Los Angeles juga memerintahkan semua bar dan restorannya untuk tutup atau hanya melayani takeaway saja. Lalu di Las Vegas, grup MGM Resorts menutup 13 kasino dan hotelnya. Perancis menutup semua bisnis yang tidak mendesak dan turut menutup sekolah-sekolahnya seperti yang dilakukan negara-negara lain
Solusi dalam menghadapi Wabah Covid 19
Sejak
Desember 2019 lalu, wabah virus corona jenis baru yaitu SARS-CoV-2 ini melanda
masyarakat Wuhan, China. Saat ini sudah lebih dari 190 negara yang juga
terjangkit wabah Covid-19 ini, termasuk Indonesia.
Setiap
negara sedang sibuk menyiapkan berbagai strategi dalam menangani virus yang
disebutkan mudah sekali menyebarnya melalui droplet ini.
Beberapa
negara berhasil menekan angka laju penularan dan juga angka kematian dari
Covid-19 ini. Namun, beberapa negara lainnya justru sedang mengalami masa
kritis dengan jumlah kasus konfirmasi dan kematian akibat Covid-19 ini
meningkat.
Lantas
apa yang bisa dipelajari dari strategi berbagai negara dalam menghadapi wabah
Covid-19 ini?
Disampaikan
oleh Epidemilogist Researcher Imperial College London, Dr Dian Kusuma, dari
strategi penanganan wabah virus corona dari banyak negara, kita bisa belajar
bagaimana mencari alternatif dan strategi yang sesuai dengan Indonesia agar
tidak terlanjur krisis dari banyak aspek akibat wabah Covid-19.
Berikut
beberapa negara dan pelajaran yang bisa dijadikan pola pandang baru dalam
memutuskan strategi mengatasi wabah Covid-19 saat ini.
1. Italia
Mengurangi bias komunitas
Di
awal wabah ini menyebar antar manusia di Wuhan, hingga hadir di Italia,
masyarakat dan pemangku kebijakan agak meragukan atau skeptis apakah Covid-19
ini berbahaya.
Kendati
para ahli saintis juga sudah memberikan peringatan, wabah virus corona yang
menyebabkan Covid-19 ini akan menjadi masalah besar, berdasarkan modeling
kasus-kasus harian.
Hindari solusi yang sedikit
Solusi
yang sedikit-sedikit, dimaksudkan Dian adalah pembatasan awal yang dilakukan
Italia tidak langsung menutup provinsi yang terdampak, mereka hanya membatasi
gerak masyarakat tapi tidak signifikan.
"Mungkin
saat itu mereka tidak tahu, kalau tahu bakal (bisa) separah sekarang mungkin
akan lockdown waktu dulu (awal ada kasus infeksi)," kata Dian.
Jadi,
memerhatikan modeling dan penyebaran penyakitnya dianggap penting untuk
memutuskan kebijakan dalam mengatasi kasus Covid-19 ini.
2. Korea Selatan
Pelajaran yang didapatkan dari Korea Selatan adalah melakukan pemeriksaan sebanyak 400.000 orang dengan cara drive-thru, sehingga bisa mengetahui beban penyakit dan lokasinya. Untuk diketahui, cara tes virus corona drive-thru yang dimaksudkan adalah pasien datang menggunakan mobil, mengisi formulir dan dapat hasil tesnya. Jika pasien dilakukan rapid tes, maka hasilnya akan diterima langsung setelah tes usai. Sementara, jika dilakukan tes laboratorium hasilnya bisa didapatkan dalam sehari.
Hal ini disebutkan memudahkan social distancing atau physical distancing kepada masyarakat dan ada aplikasi peringatan terkait jarak dengan area terjangkit atau memasuki kawasan orang positif Covid-19. "Sayangnya cuma Korea Selatan yang bisa begini," ujarnya.
3. Jerman
Jerman menjadi negara yang angka kematian akibat Covid-19 ini rendah. Hal ini dikarenakan, Jerman melakukan pemeriksaan secara signifikan atau dalam jumlah banyak. Sehingga pasien-pasien yang memiliki gejala ringan infeksi virus corona atau sedang sekalipun bisa langsung mendapatkan penanganan secara tepat. "Jerman melakukan testing (virus corona) banyak sekali. Matematika sederhananya, kalau perbanyak yang dites. Jadi angka kematiannya kecil karena kasus-kasus ringan teridentifikasi," ujar dia.
Rika Rustiana Dewi
Rika Rustiana Dewi
XI IPA - 2
Artikel ini telah tayang di tribunmanado.co.id dengan judul Jumlah Terbaru Pasien Virus Corona di Indonesia, https://manado.tribunnews.com/2020/03/20/jumlah-terbaru-pasien-virus-corona-di-indonesia.
Editor: Handhika Dawangi
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Atasi Virus Corona, Ini Pelajaran dari Strategi di Italia hingga China", https://www.kompas.com/sains/read/2020/03/31/163300323/atasi-virus-corona-ini-pelajaran-dari-strategi-di-italia-hingga-china.
Penulis : Ellyvon Pranita
Editor : Holy Kartika Nurwigati Sumartiningtyas
Penulis : Ellyvon Pranita
Editor : Holy Kartika Nurwigati Sumartiningtyas
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Dampak Terbaru Virus Corona: Langit yang Sepi dan Jantung Kota yang Mati", https://www.kompas.com/global/read/2020/03/17/093625070/dampak-terbaru-virus-corona-langit-yang-sepi-dan-jantung-kota-yang-mati?page=3.
Penulis : Aditya Jaya Iswara
Editor : Aditya Jaya Iswara
Penulis : Aditya Jaya Iswara
Editor : Aditya Jaya Iswara

Komentar
Posting Komentar